Mengatur Default Sistem Operasi pada GRUB

Minggu, 21 Maret 2010

Grub secara default menentukan Linux sebagai Sistem Operasi utamanya, kecuali pada saat instalasi kita memilih Sistem Operasi lain atau pilihan Linux lainnya. Untuk mengaturnya maka editlah file /boot/grub/menu.lst dengan edit kesayangan anda.

# vi /boot/grub/menu.lst

Perintah di atas dilakukan sebagai user root, Atau jika menggunakan Ubuntu :

$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Perhatikan contoh isi file /boot/grub/menu.lst berikut :

default 1
timeout 10
title Ubuntu, kernel 2.6.17-10-generic
root (hd0,4)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic root=/dev/sda5 ro quiet splash
initrd /boot/initrd.img-2.6.17-10-generic
quiet
savedefault
boot

title Ubuntu, kernel 2.6.17-10-generic (recovery mode)
root (hd0,4)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic root=/dev/sda5 ro single
initrd /boot/initrd.img-2.6.17-10-generic
boot

title Microsoft Windows XP Professional
root (hd0,1)
savedefault
makeactive
chainloader +1

Perhatikan kata-kata default, parameter ini digunakan untuk menentukan Sistem Operasi mana yang akan otomatis dipilih pada saat booting. 
Nilai yang berkisar antara 0 hingga banyaknya jumlah pilihan dikurang 1 (berkaitan dengan jumlah parameter title yang ada). 
Kenapa dikurang 1 ? karena GRUB selalu memulai dari 0, sehingga angka 0 berarti untuk parameter pilihan 
Sistem Operasi yang pertama, angka 1  0 berarti untuk parameter pilihan Sistem Operasi yang kedua, dan seterusnya.

Kesimpulan
Maka untuk mengganti sistem operasi mana yang akan dipilih secara otomatis pada saat booting, e
dit angka pada parameter default tersebut.

1 komentar:

ReBorn mengatakan...

hi atha. maap banget ya gw baru bisa follow sekarang. di followers ga ada alamat blognya soalnya. dan ini gw baru tau cara ngetrek nya. sekali lagi maap ya. maap banget. :)

salam kenal ya.

ohya, verifikasi komentarnya ga keliatan tuh. kalo yang ga tau caranya malah jadi ga bisa komen lho. :)

Poskan Komentar

About This Blog

Lorem

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes